3.1.a.10. Aksi Nyata Praktik menjadi Pengambil
Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
CGP Angkatan 4
Kab Nganjuk
A. Peristiwa
1. Latar Belakang
Kadang dalam mengambil keputusan itu kita sering dihadapkan pada dua pilihan yang kedua- duanya adalah benar. Tapi keduanya saling bertentangan.Dan kadang pula kita dihadapkan pada situasi bujukan moral. Hal ini tentu akan menimbulkan keraguan dan kebimbangan bahkan setelah kita mengambil keputusanpun kita akan dibayangi oleh rasa keraguan apakah benar atau salah, apa yang kita lakukan. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman warga sekolah terkait bagaimana mengambil keputusan yang tepat terhadap sebuah dilemma yang dihadapi. Semenjak pandemic Covid 19 kegiatan pembelajaran sering kali mengalami perubahan dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), atau disebut Belajar Dari Rumah (BDR), Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan model shif, Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan durasi waktu 3 jam disekolah, kemudian berganti menjadi Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan durasi waktu 5 jam di sekolah. Hal ini mengakibatkan jadwal pelajaran yang disusun oleh wakil kepala sekolah urusan kurikulum pun berubah menyesuaikan kondisi. Selain itu juga mengakibatkan tingkat keaktifan siswa dalam pengumpulan tugas sangat rendah. Bahkan pada saat Pertemuan Tatap Muka Terbatas pun banyak siswa yang tidak masuk sekolah dan banyak siswa yang tidak mengumpulkan tugas. Ada juga yang masuk sekolah enggan mengikuti KBM di dalam kelas, kalaupun ikut di dalam kelas kondisinya seperti tidak fokus, malas-malasan. Disamping permasalahan siswa, kita juga dihadapkan pada bapak ibu guru yang berhalangan hadir dan tanpa memberikan tugas, sebagai akibatnya kelas menjadi ramai, bahkan sering kali siswa keluar kelas menuju ke kantin untuk makan dan minum, bergerombol di taman sekolah sekedar berkumpul sambil main Handphone ataupun bernyanyi-nyanyi sehingga sangat mengganggu kelas lain yang sedang KMB. Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, Tut wuri Handayani artinya di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi/dorongan, di belakang memberi dukungan merupakan Pratap Triloka yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara Sebagai pendidik, kita harus menyadari bahwa setiap anak membawa kodratnya masing-masing. Kita hanya perlu menuntun segala yang ada pada anak, mengarahkan dan memberi dorongan supaya anak dapat berproses dan berkembang.
Sebagai guru ideal yang menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong pembelajaran yang berpihak pada murid, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain dan mendorong kolaborasi antara guru.dan mewujudkan kepemimpinan murid.Dalam menjalankan itu semua ada beberapa nilai yang harus ada dalam diri guru penggerak yaitu mandiri. reflektif, kolaborasi, inovatif dan,berpihak kepada murid.
Adapun
Pembelajaran yang berpihak kepada murid dengan memenuhi kebutuhan belajar murid
menggunakan pembelajaran berdiferensiasi, juga memasukkan pembelajaran
sosial dan emosional .Disamping itu juga melaksanakan praktek coaching dengan
murid maupun komponen sekolah yang lainnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk
menggali dan melejitkan potensi yang dimiliki
Tentu saja dalam menerapkan itu semua banyak mengalami
permasalahan yang harus diselesaikan dengan cepat. Untuk itu dengan menerapkan
4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan,
diharapkan keputusan yang diambil bisa menjadi rujukan atau teladan disekolah
dan mewujudkan sekolah yang berpihak kepada murid.
2. Alasan mengapa
melakukan aksi
Sebagai
pemimpin pembelajaran seyogyanya mampu membuat keputusan yang tepat untuk
mengembalikan semangat, motivasi, sikap dan prestasi peserta didik. Saya mulai
mencoba mengambil keputusan berdasarkan materi yang sudah saya dapatkan dan
saya pelajari pada modul 3.1. Setelah saya amati bahwa paradigma yang
terjadi dalam kasus tersebut adalah paradikma jangka pendek lawan jangka
panjang , prinsip yang saya gunakan adalah Berfikir berbasis rasa peduli,
dengan menggunakan 9 langkah sebagai bahan pengujian dan pengambilan keputusan
sehingga diharapkan mendapatkan keputusan yang tepat yaitu dengan cara
melakukan pembelajaran yang kreatif, inovatif dengan memanfaatkan lingkungan
sekitar atau belajar diluar kelas untuk meningkatkan semangat ,motivasi dan
meningkatkan kembali prestasi belajar, kemudian menerapkan budaya positif
sekolah dengan membiasakan budaya antri dan membuang sampah pada tempatnya
sebagai upaya menanamkan nilai-nilai positif.
Selain itu ada suatu kasua yang menjadi
saya sadar pentingnya mengambil keputusn yang tepat sebagai pemimpin
pembelajaran yaitu :
Pada tahun pelajaran 2020/2021
pembelajaran di sekolah menggunakan sistem tatap muka 50%. Para murid masuk
bergantian satu hari masuk satu hari libur sesuai no absennya. Murid pada sesi
satu absen 1-16 masuk hari Sei, Rabu, Jumat dan murid pada sesi dua absen 17-32
masuk hari Selasa, Kamis, Sabtu. Meskipun hanya tatap muka 50% namun ada
seorang murid kelas 9.D yang sering membolos. Sudah dilakukan pembinaan dari
guru BK ternyata tidak ada perubahan. Kemudian diberikan panggilan orang tua
namun orang tua tidak pernah datang. Akhirnya saya sebagai wali kelas dan guru
BK melakukan home visit ke rumah murid tersebut. Kebetulan sekali murid
tersebut dan orang tuanya ada di rumah. Kita lakukan komunikasi dengan murid
dan orang tuanya tentang permasalahan ini. Dari hasil komunikasi diperoleh
informasi bahwa murid ini merupakan anak tunggal dari keluarga yang tidak
mampu. Ibu anak ini sakit struk sehingga tidak bisa beraktivitas sedangkan
ayahnya bekerja serabutan sambil merawat istrinya. Keadaan keluarga seperti ini
membuat si anak berfikir untuk mencari kerja dan mulai tidak masuk sekolah. Dia
lebih sering merawat ibunya di rumah daripada sekolah karena ayahnya bekerja.
Dia juga bertekad tidak ingin melanjutkan sekolah, dia lebih tertarik untuk
bekerja. Sebagai rasa empati saya memberikan nasihat, motivasi, dan himbauan
kepadanya agar menyelesaikan sekolahnya dulu mengingat ujian sekolah tinggal
beberapa minggu. Situasi ini membuat dilema bagi saya sebagai wali kelas,
apakah saya harus berusaha membantu anak ini agar lulus sekolah atau membiarkan
anak ini tidak lulus mengingat ada beberapa kriteria kelulusan yang tidak
dipenuhi seperti ada beberapa nilai yang belum dia penuhi dan batas maksimal
absensi melebihi kriteria kelulusan.
Saya
merasa senang, tertantang, termotivasi dan bersyukur untuk melakukan suatu
keputusan sebagai bentuk solusi atas permasalahan yang terjadi dengan
menggunakan materi serta langkah-langkah yang sudah dipelajari pada modul 3.1,
sehingga keputusan yang saya ambil tepat dan dapat memenuhi segala kebutuhan
peserta didik.
1. Ketika
menjumpai permasalahan yang terjadi disekolah baik mengenai pembelajaran
,penerapan budaya positif, penerapan coaching dan lain sebagainya, saya merasa kegamangan
bagaimana cara tepat dan sesuai guna mengambil keputusan dari masalah masalah
tersebut.
2. Terkadang
Analisa yang saya lakukan maslah yang terjadi adalah bujukan moral, ternyata
setelah mempelajari modul ini, perasaan saya menjadilebih mengerti dan
sedikit banyak mampu membedakan dan mengambil langkah untuk memutuskan bahwa
kasus tersebut adalah dilema etika, dan sebagai pemimpin pembelajaran harus
membuat keputusan yang tepat untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada
murid.
3. Semangat
saya menjadi melecut dan tertantang untuk mengambil sikap dan membuat keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan ingin bsecara nyata
dapat menerapkan dengan secara nyata 4 paradigma 3 prinsip dan 9 langkah
pengujian dan pengambilan keputusan dengan tepat
4. Saya
merasa lega karena sudah menerapkan langkah langkah dalam pengambilan keputusan.
Dan saya merasa bahwa yang saya lakukan sudah tepat karena berdampak positif
terhadap lingkungan sekolah.
5. Saya
juga merasa senang karena beberapa teman juga tertarik dalam pengambilan
keputusan saya. Tentu saja ini momen yang baik bagi saya untuk menularkan ilmu
yang saya dapat kepada rekan guru, komunitas praktisi bahkan komponen sekolah
lainnya.
6. Yang
saya rasakan semuanya berdampak positif baik bagi diri saya maupun murid yang
terlibat dalam pengambilan keputusan saya sebagai pemimpin pembelajaran. Semoga
perasaan yang positif ini menjadi energi untuk melangkah bagi perbaikan dan
untuk mencapai visi dan misi serta tujuan sekolah yang berpihak kepada murid.
C. PEMBELAJARAN
Ini adalah ajang Kolaborasi
untuk bersama-sama membangun kembali motivasi, semangat ,sikap, budaya
positif dan prestasi belajar peserta didik, selain itu pembelajaran yang saya
dapatkan adalah dapat meningkatkan ketrampilan saya dalam mengambil keputusan
dengan menggunakan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah-langkah
pengambilan dan pengujian keputusan dengan berbagai ragam masalah yang ada.
Kadang kita terjebak kasus
dengan mengkategorikan bujukan moral, ternyata setelah mempelajari modul ini
adalah termasuk kasus dilema etika.Kadang dalam menghadapi kasus dilema etika
kita harus membelokkan peraturan demi kepentingan lain yang lebih baik.Ketika
ada anak yang membolos kita tidak harus langsung memberikan hukuman, akan
tetapi ditanya alasanya dan mengikuti tahapan membuat keputusan, Demikian juga
ketika seorang guru terjebak dengan berbagai macam tugas yang harus dikerjakan
dalam waktu yang bersamaan. Dimana mengajar adalah tugas pokok guru,
menjalankan tugas dari sekolah adalah juga suatu amanat. Sehingga guru tersebut
perlu membuat keputusan yang tepat agar bisa menjalankan semua tugas dengan
tepat.Semua berpijak kepada nilai nilai kebajikan dan mengikuti langkah yang
harus dilalui dalam pengambilan keputusan, sehingga pembelajaran yang berpihak
kepada anak dapat diwujudkan
Pembelajaran yang didapat dari
aksi membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.
Tetap berprinsip bahwa setiap orang mempunyai potensi
yang mempunyai potensi dapat memecahkan masalah yang dihadapi dengan baik
2. Keputusan
dibuat harus tetap menempatkan harga diri setinggi tingginya pada orang yang
terlibat masalah.
3. Dalam
membuat keputusan harus dalam kondisi emosi yang baik dan memperhatikan aspek
aspek sosial,sehingga keputusan dapat diambil dengan tepat dan berperikemanusiaan.
4. Perlu
adanya pemantauan setelah membuat keputusan, jika keputusan yang dibuat
berdampak baik maka keputusan bisa diteruskan, akan tetapi jika tidak bisa
berjalan dengan baik maka perlu adanya perbaikan dalam keputusan tersebut.
5. Perlu
adanya kerjasama dengan komponen terkait seperti guru,orang tua, pengajar yang
lain dan komponen sekolah yang lainnya dalam pembuatan keputusan yang tepat
agar terwujud iklim pembelajaran yang berpihak kepada anak.
D. PENERAPAN
KEDEPAN
Saya
berusaha akan menerapkan secara rutin dan konsisten serta melakukan kolaborasi
bersama seluruh warga sekolah guna memfasilitasi kebutuhan belajar peserta
didik yang dapat meningkatkan semangat,motivasi,sikap, budaya positif dan
prestasi secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa dalam hasil aksi nyata pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, jika menyelesaikan masalah
dilema etika dengan mempraktekkan proses pengambilan keputusan. Paradigma
.prinsip. Dan pengujian keputusan, akan menghasilkan keputusan yang menjunjung
nilai universal, mementingkan kepentingan orang banyak dan demi kebaikan
bersama untuk mewujudkan visi dan misi sekolah, dan yang terpenting adalah
mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Dalam proses
pembelajaran ini kita mengetahui bahwa tugas tersulit seorang pemimpin
pembelajaran yaitu mengambil suatu keputusan yang efektif.
Keputusan-keputusan ini, secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan
arah dan tujuan institusi atau lembaga yang dipimpin, yang tentunya berdampak
kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid. Pada tahap inilah
saya dapat mengetahui kendala, hambatan dan solusi yang tepat atas permasalahan
yang terjadi sehingga nanti didapat formulasi yang tepat untuk mengatasi
masalah ini. Dengan menggunakan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9
langkah-langkah pengambilan keputusan memudahkan saya dalam mengambil keputusan
yang tepat. Jangan sampai keputusan yang kita ambil merugikan peserta didik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar