Rabu, 13 Juli 2022

 

MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID



 

Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd

CGP                           :    CGP ANGKATAN 4

Kabupaten                :    NGANJUK – JAWA TIMUR

Unit Kerja                  : SMP NEGERI 3 KERTOSONO

Metode                       :   4F (Fact, Feeling, Finding, Future)

Program                     :  Program Peduli Lingkungan Kebun Taman Pengetahuan SABTU (Senang Berkebun Tuk Cari Ilmu)

 

  A.    PERISTIWA (FACT)

1.  Latar Belakang

Peduli lingkungan adalah suatu usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, untuk mengantisipasi permasalahan lingkungan hidup serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Unutk menumbuhkan rasa kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat diperoleh melalui dunia pendidikan yang merupakan dasar manusia dalam bertindak dan berfikir. Sekolah menjadi wadah pendidikan formal dan sebagai tempat murid beraktifitas, mempunyai peranan penting dalam membentuk sikap, karakter dan perilaku murid. Kepedulian terhadap lingkungan adalah salah satu nilai karakter yang diharapkan terbentuk dari murid dalam proses pendidikan.

Lingkungan merupakan ekosistem abiotik yang menyediakan fasilitas dalam mewujudkan harapan atau cita-cita murid. Lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman adalah harapan semua warga sekolah. Mengingat murid pada SMP Negeri 3 Kertosono masih minim akan kesadaran mereka terhadap lingkungan yang dapat mengembangkan potensi mereka. Oleh karena itu, untuk mewujudkan lingkungan yang sehat bersih dan nyaman, maka saya merancang program yang berdampak pada murid dengan melibatkan suara (voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership) murid, yaitu gerakan Kebun Pengetahuan Sabtu Program ini tentunya akan berdampak pada murid yaitu dapat menumbuhkan karakter baik pada murid yang salah satunya adalah sifat gotong royong sesama warga sekolah mengembangkan pola kritis, berwawasan global, kreatif daan gotong royong yang termuat dalam Profil Pelajar Pancasila. Dan diharapkan kegiatan ini sebagai program kegiatan yang berkelanjutan.

SMP Negeri 3 Kertosono selama 2 tahun terakhir ini melaksanakan pembelajaran secara daring, dimana sebagian besar murid melakukan aktifitas pembelajaran berada di rumah. Kondisi yang seperti ini berdampak pada lingkungan sekolah yang mulai kurang terawat dan penerapan budaya positif murid tentang kepedulian lingkungan yang juga mulai memudar. Hal ini yang mendorong saya untuk membuat program peduli lingkungan guna mengembalikan ingatan tentang pentingnya kepedulian dan manfaat lingkungan yang sudah berjalan sebelumnya.

Ide kebun sekolah muncul dengan melihat kenyataan bahwa banyak sekolah memiliki halaman/pekarangan yang cukup luas. Memang ada beberapa sekolah yang telah mempergunakan halaman/pekarangan sekolah untuk hal-hal yang positif dan telah beberapa sekolah berhasil mendesignnya dengan sangat bagus, penuh dengan pohon-pohon.

2.  Tujuan

Dalam melaksanakan Kegiatan KEBUN PENGETAHUAN SABTU para murid didampingi oleh wali kelas  dan guru pendamping (Komite Pembelajaran). Para murid menentukan sendiri projek apa yang akan mereka kerjakan. Wali Kelas dan guru pendamping (Komite Pembelajaran) hanya menyediakan sarana prasarana yang mereka butuhkan, dan membimbing agar Kebun Pengetahuan Sabtu  berjalan dengan baik, sesuai dengan yang mereka rencanakan

Adapun Karakteristik yang diharapkan adalah Menciptakan lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk memberikan pengaruh positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya

Lebih jauh Kebun Pengetahuan Sabtu diharapkan dapat berguna sebagai:

     Laboratorium lapang pertanian, yaitu tempat warga sekolah (guru, pegawai dan murid) belajar bercocok tanam secara modern dan terarah

     Usaha produktif sekolah yang dapat menambah pendapatan sekolah

     Tempat warga sekolah menuangkan/mengembangkan  hobby/bakat  dan cita-cita dalam bidang pertanian

     Tempat warga sekolah mencari pengalaman kerja nyata yang dapat diaplikasikan dan berguna dalam kehidupan sehari-hari

     Sarana pendidikan warga sekolah cinta lingkungan

     Lingkungan yang nyaman, sehat dan indah

     Pelestarian ekosistem yang sangat mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (suistanable development).

Program Peduli Lingkungan melalui Kebun Taman Pengetahuan Sabtu merupakan program yang secara umum untuk menumbuhkan rasa kepedulian murid terhadap lingkungannya yang menyediakan kesempatan pada murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif sehingga dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan yang bermanfaat sehingga dapat memenuhi kepentingan individu, kelompok, maupun golongan

Adapun tujuan Kebun Taman Pengetahuan Sabtu adalah :

-      Anak bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan menumbuhkan kepekaan murid terhadap lingkungannya (memiliki)

-    Anak belajar bekerjasama secara kelompok melalui gotong royong (Suara)

-    Anak menjadi pemimpin dalam membuat keputusan (Memiliki)

-    Anak berkreasi dengan jenis tanaman yang akan ditanam (suara)

-    Anak menata letak tanaman sesuai dengan keinginannya (Pilihan)

3.    Aksi Nyata yang dilakukan

Sekolah dalam usaha mendukung proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dengan melalui Progran Peduli Lingkungan melakukan nyata sebagai berikut:

a.       Menjalankan usaha penghijauan lingkungan secara berkala

b.      Melakukan kerja bakti lingkungan

c.       Mengolah limbah sebelum dibuang

d.      Membuang sampah pada tempatnya

e.       Mendaur ulang sampah menjadi barang layak pakai

f.        Menjaga kebersihan

Alasan Aksi nyata dalam Progran Peduli Lingkungan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dengan mendukung terciptanya sekolah yang memiliki sikap peduli terhadap lingkungan serta sebagai upaya menciptakan kondisi yang baik agar sekolah menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah/masyarakat tentang arti pentingnya lingkungan bersih dan sehat

4.    Pelaksanaan Aksi Nyata

Yang dilakukan pada aksi nyata

a.    Sharing ide.

     CGP  berbagi ide dengan rekan sejawat tentang kegiatan CGP. Sekolah mempunyai program yang sejalan dengan kegiatan CGP. Sharing ide ini dilakukan karena untuk memberikan visi dan misi dari ide yang akan dilaksanakan.

Melakukan komunikasi dengan guru rekan terkait Program Kebun Pengetahuan Sabtu seperti apa, program yang dilakukan tersebut sesuai untuk murid, membicarakan ide atau curah pendapat apakah nantinya berdampak positif pada murid ?



Dari suara yang telah kami kumpulkan itu, usulan program juga kami diskusikan dengan mereka. Alhamdulillah secara umum mereka bersepakat untuk mensukseskan program Kebun Taman Pengetahuan Sabtu sebagai program ko kurikuler di sekolah

 b.    Berkoordinasi dengan Stake Holder

-          Konsultasi dengan Kepala Sekolah selaku penentu kebijakan

Setelah saya berkomunikasi program dengan rekan guru CGP, Komunitas Praktisi dan PP, kami bersepakat untuk membicarakan dengan kepala Sekolah akan program ini. Kepala sekolah sangat mendukung keterlaksanaan program. Pada saat yang bersamaan Pengurus Komite Sekolah mengadakan pertemuan membahas program program sekolah dan setelah berbincang, share dan diskusi, akhirnya tercapai suatu kesepakatan Bapak Kepala Sekolah dan Pengurus Komite Sekolah SMP Negeri 3 sangat mendukung Program Kebun Taman Pengetahuan Sabtu

      


-          Pembetukan team.

            Pembetukan team dilakukan oleh sekolah karena program ini adalah program    

            sekolah.

c. Pembuatan program

    Team membuat program Kebun Taman Pengetahuan Sabtu karena program adalah acuan dari kegiatan ini.


  d.   Sosialisasi program

    Team mensosialisasikan program kepada guru dan murid, wali murid dan paling utama adalah OSIS.

      




e. Pelaksanaan program.

     Murid dengan pengawasan dari wali kelas didampingi guru Pembimbing melaksanakan program KEBUN TAMAN PENGETAHUAN SABTU

 

 f.   Evaluasi program

    Hal hal yang perlu ditingkatkan dan dibenahi agar lebih baik lagi.



  5.  Hasil dari Aksi Nyata



Dengan terlaksananya program ini,  maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah penerapan kepemimpinan murid yang memungkinkan murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas. Selain itu murid – murid perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan peduli lingkungan ini dilakukan karena bermanfaat dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid yang akan mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri.. Melalui aksi nyata ini diharapkan Murid memperoleh pengetahuan tentang berbagai manfaat tanaman obat yang tumbuh di sekitar rumah dan dapat memanfaatkannya . Melalui pemanfaatan lahan kosong sekolah ini diharapkan muncul sikap kepedulian lingkungan dari murid Untuk itu pelaksanaan kegiatan  yang rutin dan berkelajutan dari program ini akan memberikan dampak pada murid dalam hal meningkatkan kepedulian lingkungan dimana mereka tinggal.

 

 

B.    PERASAAN (FEELING)

Perasaan yang dapat saya utarakan dalam merancang program ini adalah rasa dimana saya tertantang dan termotivasi karena program ini tidak hanya menyangkut tentang kepedulian murid saja tetapi juga berdapak pada aspek seperti keimanan, kemandirian, gotong royong, literasi, dan aspek lainnya sehingga ini bisa menjadi bekal murid untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Perasaan sangat bahagia dapat saya rasakan ketika program ini dapat terlaksana dengan baik dimana terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama murid yang sangat antusias terlibat dalam program peduli lingkungan, guru dan wali kelas yang mengkoordinir kegiatan.

Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program peduli lingkungan karena adanya respon yang baik dari warga sekolah terutama murid, membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.

 C.     PEMBELAJARAN ( FINDING)

Pembelajaran yang bisa saya dapatkan dari aksi nyata ini adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam penerapan tindakan peduli lingkungan sekolah sehingga  karakter murid yang dimemiliki dapat terasah potensinya untuk dikembangkan seoptimal mungkin yang pada akhirnya melalui kegiatan peduli lingkungan dapat membawa anak didik menjadi murid yang menjiwai terwujudnya profil  pelajar pancasila. Selain itu pembelajaran dari Program Taman Pengetahuan Sabtu adalah saya dan warga sekolah semakin sadar bahwa lingkungan sangat berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengembangkan potensi murid. Dengan program diatas, lingkungan sekolah semakin bersih, sehat, indah dan nyaman sehingga warga sekolah dapat berinteraksi satu sama lain dan terjalin dengan baik. Murid mendapatkan kepercayaan diri dalam :

-      bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan menumbuhkan kepekaan murid terhadap lingkungannya (memiliki)

-    belajar bekerjasama secara kelompok melalui gotong royong (Suara)

-    menjadi pemimpin dalam membuat keputusan (Memiliki)

-    berkreasi dengan jenis tanaman yang akan ditanam (suara)

-    menata letak tanaman sesuai dengan keinginannya (Pilihan)

Aksi nyata ini memberikan saya banyak pelajaran penting tentang bagiamana saya merancang, menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan menggunakan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu peranan kolaborasi antara pemangku kepentingan juga turut andil dalam kesuksesan program ini. Saya juga menyadari bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.

D.    PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE)

Sebagai CGP saya berkomitmen untuk melaksanakan aksi nyata ini sebagai perilaku positif yang menjadi budaya, saya berkeinginan untuk menjalankannya secara berkesinambungan dan lebih luas dalam hal berbagi kebiasaan positif tersebut dengan sesama warga sekolah. CGP berencana berbagi aksi nyata tersebut ke seluruh kelas agar budaya pendidikan berkarakter akan lebih kokoh dan secara integral masuk dalam pembelajaran. CGP juga akan memotivasi peserta didik untuk terus melaksanakan program/kegiatan apa saja yang bernilai positif membentuk dan menumbuhkan dan membangun karakter mereka. Semakin terbiasanya peserta didik berperilaku positif semakin kuat nilai budaya berkarakter melekat dalam diri mereka dan guru akan terus menuntun dan memberi teladan.

Kebun Taman Pengetahuan Sabtu merupakan program sekolah yang konsisten dan berkelanjutan. Program ini berjalan setiap hari Sabtu untuk semua warga sekolah. Pembiasaan-pembiasaan ini akan memunculkan kesadaran murid dan warga sekolah lainnya terhadap lingkungan sekolah yang bersih, sehat, indah dan nyaman sehingga akan menjadi budaya positif baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga dan masyarakat

Untuk rencana kedepannya saya akan melakukan monitoring, evaluasi dan refleksi terhadap aksi nyata yang telah dilakukan secara bekala dan berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memaksimalkan aksi nyata yang telah laksanakan untuk dapat membudayakan budaya peduli lingkungan lebih mengakar pada diri dan warga sekolah

Setelah melalui proses panjang dalam melaksanakan program ada beberapa hal yang perlu dilakukan kedepannya, yaitu:

a.    Peran murid perlu dilanjutkan untuk perawatan Kebun Taman Pengetahuan Sabtu

b.    Menyiapkan lebih banyak Peralatan perawatan kebun dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau dan diakses oleh semua Stake Holder sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Murid, dan Tenaga TU/Petugas Kebun)

c.    Dibentuk pengawas lapangan dibawah bimbingan Guru dengan sistem piket berkala dari murid (OSIS) untuk mengawasi dan merawat Kebun Taman Pengetahuan Sabtu

d.    Jumlah tanaman disesuaikan dengan media dan lahan serta pemanfaatnya secara langsung pada murid

Evaluasi Program akan dilakukan secara berkala, terstruktur dan sistematis, setiap satu bulan sekali dengan melibatkan semua unsur diantaranya:

1.Perwakilan Murid

2.Calon Guru Penggerak

3.Guru Pembimbing (Mata Pelajaran)

4. Wakil Kepala Sekolah, Pembina Osis, dan Wali Kelas

Untuk perbaikan kedepannya dalam membuat pengelolaan program sekolah yang berdampak pada siswa, saya akan melakukan tahapan BAGJA dan membuat pemetaan Aset Sekolah untuk menganalisa resiko yang akan terjadi, sehingga seluruh insan sekolah dapat terlibat dan berperan aktif berperan dalam mencapai kemandirian belajar.

Kesadaran murid murid untuk berpartisipasi secara aktif berperan serta dalam pemeliharan lingkungan dalam program kebun pengetahuan sabtu salah satu poin terlaksana program pembelajaran berbasis lingkungan adalah agar peserta didik lebih menghargai lingkunganya dan menjaga nya untuk kehidupan yang lebih panjang dan kebermanfaatan yang berkesinambungan. saat peserta didik belajar dengan lingkungan maka mereka akan berpikir untuk melestarikannya, menjaganya, mengingat lingkungan yang berguna bagi banyak orang. kesadaran akan lingkungan yang dapat menjadi sumber belajar memiliki kontribusi bagi kelestarian lingkungan. solusi yang ditawarkan mengajak murid secara sadar untuk berperan serta secara aktif dengan sendirinya memerlukan bimbingan secara berkesimbaungan, dan segan segan memberikan reward baik berupa pujian, hadiah juara bagi kelompok siswa yang dapat memeliharan tamannya dengan baik untuk

 

 

Sabtu, 11 Juni 2022

 Demonstrasi Kontekstual

Pengampilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran



Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita seringkali dihadapkan dalam situasi di mana berda pada posisi dipersimpangan dan diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain? Beberapa hal mungkin menjadi pemikiran di dalam benak kita yaitu

-          Bagaimana pengalaman kita dalam menghadapi situasi seperti ini?

-          Pemikiran-pemikiran seperti apa yang melandasi pengambilan keputusan kita?

Kemudian, setelah mengambil keputusan tersebut, pernahkah kita menjadi ragu-ragu dan menanyakan diri kita sendiri apakah keputusan yang diambil telah tepat, ada perasaan tidak nyaman dalam diri kita, atau timbul pemikiran mengganjal dalam diri kita seperti, ‘

Apakah ini sesuai peraturan?’ atau ‘Bagaimana panutan saya akan berlaku dalam hal seperti ini?’

 

A. Perbedaan Bujukan Moral dan Dilema Etika

Dalam pengambilan keputusan ada dua hal yang terjadi yaitu bujukan moral dan dilema etika. Nah apakah perbedaan keduanya itu?

Bujukan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan. 

Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

 

B. Empat Paradigma dalam Pengambilan Keputusan

Dari pengalaman kita bekerja kita pada institusi pendidikan, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini.

1.       Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.       Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.       Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.       Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 

C. Tiga Prinsip dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut yaitu. 

1.       Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

2.       Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3.       Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

 

D. Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

Di bawah ini adalah 9 langkah yang telah disusun untuk memandu Anda dalam mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang membingungkan karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan.

1.       Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

2.       Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.       Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.       Pengujian benar atau salah. Ada uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.

5.       Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

6.       Melakukan Prinsip Resolusi.

7.       Investigasi Opsi Trilema.

8.       Buat Keputusan.

9.       Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan. 

Setelah memahami terkait dengan materi modul 3.1 di atas, berikut saya akan membagikan tugas demonstrasi kontekstual. Adapun panduan pertanyaannya sebagai berikut.

Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?

Sebagai seorang guru Saya merasakan kebutuhan begitu besar terhadap materi -- materi yang menjadi muatan kurikulum program guru penggerak ini. Artinya materi -- materi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya sebagai seorang pendidik dan sekaligus manajerial sumber daya manusia.

Dasar filosofi pendidikan yang merupakan buah pemikiran dari Ki Hajar Dewantara akan menguatkan saya dalam pondasi untuk menjadi guru yang baik bagi murid -- murid saya. 

Tentunya di dalam penerapan proses pembelajaran saya harus mampu menjadi Pamong bagi murid -- murid saya. Menjalankan 3 semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, & Tut Wuri Handayani. 

Saya juga harus melangkah focus pada tujuan utama yaitu melahirkan pelajar yang berkarakter Pancasila yang Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri, Kreatif, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global, & Berjiwa Gotong Royong. 

Tentunya filosofi ini akan saya tanamkan mulai dari diri sendiri. Setelah kelihatan hasilnya saya akan menularkan pengaruh positif kepada rekan -- rekan sejawat yang memiliki jiwa reflektif. Dan pada akhirnya semua akan mengerti dan paham tentang filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.

Memahami nilai -- nilai dan peran penting kita baik kepada murid -- murid terlebih kepada seluruh rekan sejawat itu sangat penting diketahui. 

Karena jika kita sudah memahami itu semua, maka akan lahir semangat yang mendasar dan tak mudah untuk padam untuk tergerak, bergerak, dan menggerakkan komunitas belajar yang memerdekakan murid dalam belajar.

Memahami filosofi dan mengerti nilai dan peran sebagai guru penggerak, bekal selanjutnya harus memiliki kesadaran penuh untuk bergerak dan sekaligus mampu mengontrol sosial dan emosi, dan mampu membantu penyelesaian masalah baik itu dari murid ataupun dari rekan sejawat, sehingga semua pihak ikut bergerak bersama dengan senang hati. Dengan seperti itu, hal -- hal positif pasti akan terlahirkan sesuai dengan harapan bersama.

Setelah menjalani semua proses, dan aksi nyata. Sudah tentu pasti akan dihadapkan dengan masalah -- masalah. CGP tidak akan pernah diajarkan untuk lari dari masalah. 

Namun, mereka akan dibekali dengan keterampilan dalam menyelasaikan masalah. Untuk mampu menyelesaikan masalah, CGP harus memiliki kepiawaian dalam menentukan jenis masalah yang dihadapi. Apakah itu sebuah Dilema Etika atau Bujukan Moral. 

Langkah -- langkah dalam kebijakan mengambil sebuah keputusan akan menjadi bekal yang sangat berarti bagi CGP untuk melangkah menjadi guru yang tepat bagi murid -- muridnya.

Belajar dan berbagi itulah kata-kata yang selalu saya jadikan pegangan didalam setiap mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang saya ikuti. Artinya selain belajar untuk peningkatan kompetensi diri sendiri, saya juga melakukan sesi sharing atau berbagi apa yang sudah saya dapatkan baik kepada rekan-rekan guru di sekolah dan juga rekan-rekan guru di seluruh nusantara. Karena bagi saya dengan berbagi maka ilmu yang akan kita miliki akan semakin berkembang dan bertambah. Selain itu, kita juga dapat menginspirasi rekan-rekan yang lain untuk ikut melakukan apa yang telah kita lakukan. 

1.       Adapun cara yang akan saya lakukan dalam mentransfer dan membagikan pengetahuan yang saya dapatkan dalam program guru penggerak ini yaitu: 

2.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak yang telah didapatkan melalui komunitas praktisi seperti MGMP Matematika di sekolah atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sosialisasi lintas jurusan dalam satu sekolahan. 

3.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak melalui tulisan-tulisan di google site yang sudah saya buat. 

4.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak melalui sosial media baik berupa tulisan blog pribadi maupun video yang diupload ke channel youtube, IG, facebook dll.

5.       Membentuk Komunitas Praktisi Baik Guru maupun siswa sebagai sarana memberikan informasi dan materi tentang Guru Penggerak dan Kurikulum Merdeka Belajar

Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran di sekolah dalam rangka mewujudkan merdeka belajar dengan pembelajaran yang berpihak kepada murid, tentunya suatu waktu kita akan dihadapkan pada situasi dilema untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik dan menguntungkan semua pihak meskipun terkadang belum semuanya merasa puas namun sudah dianggap sebagai WIN WIN SOLUSION (PENYELESAIAN TERBAIK)

Adapun langkah-langkah  yang akan saya lakukan yaitu: 

1.       Memastikan bahwa dalam mengambil sebuah keputusan sudah sesuai dan sejalan dengan visi dan misi yang telah kita susun dan sepakati bersama. 

2.       Melakukan analisa terhadap situasi atau kasus yang saya hadapi disesuaikan dengan paradigma pengambilan keputusan. 

3.       Memilih salah satu atau mungkin ketiganya dari tiga prinsip pengambilan keputusan yang ada. 

4.       Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.  

 

Untuk itu saya :

Pertama saya harus melatih mengembangkan keterampilan diri dalam memahami setiap masalah yang saya hadapi. Apakah itu sebuah dilemma etika atau bujukan moral. Supaya saya tepat sasaran dalam menentukan sebuah keputusan.

 

Kedua saya harus menambah pengetahuan melalui pelatihan pelatihan baik ofline maupun online serta berbagi pengalaman dan pengetahun ini dengan rekan -- rekan sejawat, yang sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan tentunya.

 

Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.

Sejak awal modul ini disampaikan, dan mengikuti pengantarnya saya sudah sangat terpesona dengan metode dalam mengenal sebuah masalah dan langkah untuk mengambil keputusan. Sejak saat itu saya terus mendalaminya dan langsung mempraktikkan dalam setiap masalah -- masalah yang saya hadapi baik di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari -- hari. Langkah-langkah pengambilan keputusan ini akan saya terapkan ketika saya dihadapkan pada situasi dilema etika yang memerlukan pengambilan keputusan terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak. Jika hari ini mengalami dilema etika maka hari ini admin akan menerapkan langkah-langkah tersebut, jika besok mengalami dilema etika maka besok akan diterapkan langkah-langkah tersebut, dan seterusnya

Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.

Dalam mengambil sebuah keputusan tidak hanya kita lakukan sendiri saja tentu perlu masukan-masukan dari rekan yang bisa kita ajak berdiskusi dan berbagi sehingga kita mengetahui apakah keputusan yang telah kita ambil ini sudah tepat dan efektif atau belum

Dalam hal ini saya akan melibatkan beberapa pihak untuk berdiskusi

a.       Kepala Sekolah Bp. Sony Sarwo Prabowo, s.Pd

Peran Kepala Sekolah dalam hal ini lebih kepada izin prinsip pada setiap program dan agenda CGP. Karena sejatinya semua tanggungjawab ada pada pimpinan Satuan Pendidikan.

b.      Sesama CGP

Kebetulan dalam satu Satuan Pendidikan saya tidak sendirian dalam mengikuti program guru penggerak ini. Sehingga lebih memudahkan untuk bergerak bersama dalam setiap program.

c.       Stake Holder atau Warga Sekolah

Selain itu Dalam mengambil sebuah keputusan tidak hanya kita lakukan sendiri saja tentu perlu masukan-masukan dari rekan-rekan sejawat di sekolah, orang tua siswa, siswa, komite sekolah, pengawas sekolah atau bisa juga keluarga.

d.      Fasilitator Ibu Sukaesih, S.Pd

Fasilitator adalah orang pertama yang memberikan pengaruh aktif dalam mentransfer pengetahuan tentang semua teori dan aplikasi pengetahuan dalam setiap modul di program ini.

e.       Pengajar Praktik Moch Alex Farhan, S.Pd, M.Si

Pengajar praktik tidak kalah penting dengan fasilitator. Meskipun pendampingan hanya beberapa kali dan saat pertemuan lokakarya, namun jarak yang tidak begitu jauh dari segi geografis akan lebih memudahkan dalam pendampingan dan pembinaan setiap pengetahuan dan keterampilan.

 

 

  MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd CGP...