Rabu, 08 Juni 2022

 

3.3.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

04.51.PPPPTKPKNIPS.IIS SUKAESIH, S.Pd PPGP 4

 

3.3.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

04.51.PPPPTKPKNIPS.IIS SUKAESIH, S.Pd PPGP 4

 

Durasi:  2 JP

 

Tugas Modul 3.3.a.6 Refleksi Terbimbing –Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid

Wednesday, 9 June 2022, 5:30 AM

By WIWIED SUPARYADI, S.Pd

Nama CGP : WIWIED SUPARYADI, S.Pd


Moda: Konsultasi Daring secara asinkron

Tujuan Pembelajaran Khusus:  

CGP melakukan refleksi dan metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lewati, dan apa yang harus mereka pertimbangkan kemudian dalam menyusun program/kegiatan yang berdampak  pada murid

Pertanyaan Pemantik :

1.      Apa hal-hal baru yang Anda temukan  dalam perjalanan pembelajaran Anda  di modul 3.3 ini?

  1. Tantangan apa yang saat ini masih saya hadapi untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?
  2. Sumber-sumber dukungan apa saja yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid?

Selamat bertemu kembali Bapak/Ibu CGP. Saat ini Bapak/Ibu telah memasuki tahapan pembelajaran yang ke-5, yaitu Refleksi terbimbing. Dalam tahapan ini, Bapak Ibu akan diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran Bapak/Ibu sejauh  ini.

Sebagai tagihan, Bapak/Ibu akan diminta untuk membuat catatan refleksi pembelajaran.  Untuk membantu menulis refleksi tersebut, Bapak/Ibu dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1.      Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

2.      Apa yang mengejutkan yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

3.      Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

4.      Apa yang menantang  bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?

5.      Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.

Top of Form

Tugas Modul 3.3.a.6 Refleksi Terbimbing –Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid

1.      Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Hal yang menarik bagi saya mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah

Setelah saya memahami pendekatan aset dalam memetakan sumberdaya yang dimiliki ternyata itu tidaklah cukup. Sebab akhir sebuah kegiatan belum tentu sesuai, sesuai dengan rencana yang diinginkan. Ada banyak hal dan kemungkinan yang bisa terjadi baik yang bisa diprediksi sejak awal maupun yang tidak diperhitungkan, bahkan kejadian luar biasa (poste majeur). Oleh karena itu pentinglah kiranya bahwa dalam menyusun suatu program kegiatan dianalisis terlebih dahulu dampak dan resiko yang mungkin terjadi hingga kemungkinan terburuk sekalipun. Program yang berdampak langsung pada siswa tentu saja dalam hal merancang pembelajaran di kelas. Dalam pelaksanaannya kita hendaknya memepertimbangkan hasil evaluasi dari kegiatan sebelumnya dengan prinsif 4F yaitu:

·         Fact (Fakta): Catatan objektif tentang apa yang telah terjadi

·         Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi yang terjadi

·         Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut

·         Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa yang akan dating

Selain itu setelah mempelajari modul ini saya mendapat pengetahuan dan juga pemahaman baru tentang bagaimana menyusun sebuah program yang berdampak pada murid, yang ternyata tidak mudah. Ketika kita memiliki sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi. Saat kita membuat program haruslah ada strategi dalam memilih bentuk program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam pengembangan program dan agar tepat sasaran dan demi keefektifan maka saya menentukan prioritas masalah dan kebutuhan di sekolah sesuai dengan lingkungan yang diinginkan

 

2.    Apa yang mngejutkan yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

Banyak hal-hal yang mengejutkan yang saya temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid, diantaranya:

Hal yang mengejutkan adalah jika selama ini kita memperlakukan murid sebagai obyek dan subyek yang tdika mampu bertindak sebagai pemimpin Ketika memberikan kesepatan sebagai pemimpin ternyata mereka mampu menjadi pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, dan untuk itu kita perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Tugas guru hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana siswa memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka. Hal hal yang perlu di lakukan adalah :

a.       Dalam  pembuatan program sekolah harus memperhatikan suara(voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership)

b.       Bentuk-bentuk dan macam-macam  program sekolah yang berdampak pada murid

c.       Membuat perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid dan menumbuhkembangkan kepemimpinan murid

d.       Pengelolaan Program dengan strategi MELR

 

3.    Apa yang berubah yang akan  Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Setelah mempelajari dan memahami materi mengenai pengelolaan program  yang berdampak pada murid, saya akan melakukan beberapa perubahan dalam membuat suatu program, yaitu:

Perubahan yang diterapkan dalam sebuah ekosistem khususnya sekolah tentukan akan memunculkan resiko. Kadang menimbulkan konflik benturan kepentingan dari berbagai pihak (Stake Holder). Sehingga  sekolah selalu meminimalisir kemungkinan yang akan timbul dari perubahan tersebut. Pengelolaan dan pengidentifikasian resiko sangat dibutuhkan untuk meredam  kerugian yang muncul dari penerapan suatu progam dan meminimalkan sedikit mungkin hal negative. Sehingga saya ingin mengetahui konsep Monitoring Evaluasi dan 12 prinsip dasarnya secara lebih jauh termasuk penerapannnya dalam program. Karena selama ini pemahaman saya hanya sebatas pada :

-          Monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program.

-          Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar yang independen.

-          Refleksi adalah  penilaian ataupun umpan balik setelah melakukan atau mengikuti dan diakhir proses kegiatan

Ketiga aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan berulang-ulang. Dalam melakukan monitoring dan evaluasi, Kertsy Hobson menawaran dua belas prinsip dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman, yaitu:

1.    Mengapa perlu melakukan monitoring dan evaluasi?

2.    Menyetujui prinsip-prinsip yang menjadi pedoman.

3.    Menentukan program atau proyek yang perlu dimonitor.

4.    Menentukan siapa saja yang terlibat dalam setiap tahapan monitoring dan evaluasi

5.    Menentukan topik kunci dan pertanyaan untuk melakukan investigasi

6.    Mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas, dan langkah-langkah untuk berubah.

7.    Mengidentifikasi informasi yang perlu diketahui.

8.    Memutuskan bagaimana informasi diperoleh.

9.    Menilai kontribusi/pengaruh yang diberikan.

10.Menganalisis dan menggunakan informasi.

11.Menjelaskan data.

12.Etika dan proteksi data.

Sehingga perlu memperhatikan hal hal sebagai berikut :

1.       Menganalisis asset apa yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan program.

2.       Merencanakan program yang berdampak pada murid dengan tahapan BAGJA.

3.       Menerapkan manajemen Risiko dan mengelola risiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid

4.       Melakukan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan program

5.       Merelfleksi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan

 

4.    Apa yang menantang bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini ?

Saya menyusun program sederhana yang melibatkan murid, kepala sekolah, wakasek, rekan rekan guru, dan warga sekolah serta  orang tua dan dalam penyusunan dan pelaksanaan program yang berdampak pada murid saya menggunakan pendekatan BAGJA dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Saya optimis bahwa dengan pendekatan BAGJA akan memberikan solusi alternatif atas permasalahan siswa di sekolah. Kita dapat mengidentifikasi dan menginventarisasi kekuatan yang ada untuk dimaksimalkan dengan cara menyusun program yang diawali dari perumusan tujuan berupa pertanyaan sekolah yang diimpikan hingga memetakan potensi yang mungkin bisa dioptimalkan dengan bercermin pada evaluasi hasil kegiatan sebelumnya sebagai gambaran penyusunan program terutama dalam mengantisipasi segala kemungkinan resiko yang akan terjadi, sehingga kita siap apabila rencana yang dijabarkan belum menemui hasil yang diharapkan dengan menyiapkan rencana alternatif untuk melakukan eksekusi kegiatan.

Hal yang menantang bagi saya untuk memahami tentang materi pada modul ini adalah :

a.         Beberapa penyataan di dalam modul materi sangat dalam dan bermakna dan baik untuk di lakukan namun belum sepenuhnya dipraktekkan dalam keyataan yaitu murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi dari guru. Pada keseharian kita seringkali menemukan beberapa murid yang masih belum menemukan atau memiliki potensi yang lebih bahkan bisa dikatak seperti berlian yang belum terasah. Dan kecenderungan kita selaku guru memerimtahkan dengan Instruksi lisan dan cenderung melupakan bahwa siswa perlu diberikan contoh.

Hal ini yang saya kira untuk siswa di jenjang SMP perlu lebih diberikan karena selama ini kita selaku guru lupa akan semboyan Tri Loka Ki Hajar Dewantara

b.         Kandungan Materi ini pun juga menantang bagi saya yaitu kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan) untuk menavigasi diri mereka menuju kesejahteraan lahir batin (wellbeing). Hal inilah yang kemudian memungkinkan mereka untuk bertindak dengan memiliki tujuan, yang membimbing mereka untuk berkembang di masyarakat.

c.         Kepemimpinan Murid adalah murid dapat memilih arah dan cara mencapai tujuan pembelajaran sendiri.Ini juga merupakan hal yang menantang bagi saya untuk mewujudkan

 

5.    Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid. 

Dalam rangka mewujudkan lingkungan belajar yang dapat menumbuhkan program yang berdampak pada murid, guru dan sekolah tentunya tidak dapat bekerja sendiri. Mereka akan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari komunitas

Adapun sumber dukungan yang  membantu saya dalam menyusun program yang berdampak pada Murid adalah :

a.       Sumber Daya bukan Manusia yang meliputi program sekolah, kurikulum

b.       Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi kepala sekolah, guru, staf, tenaga pendidikan lainnya, siswa, orang tua siswa (Komite), dan masyarakat yang memiliki keperdulian kepada sekolah

c.       Sumber Daya Fisik (SDF) yang meliputi bangunan, ruangan, peralatan, alat peraga pendidikan, waktu belajar, dan penampilan fisik sekolah

d.       Sumber Daya Keuangan (SDK) yang meliputi keseluruhan dana pengelolaan sekolah baik yang diterima dari pemerintah berupa Dana BOS maupun mandiri dari masyarakat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd CGP...