3.3.a.6.
Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
3.3.a.6.
Refleksi Terbimbing - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Durasi: 2 JP
Tugas Modul 3.3.a.6 Refleksi Terbimbing
–Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid
Wednesday, 9
June 2022, 5:30 AM
By WIWIED
SUPARYADI, S.Pd
Nama CGP : WIWIED
SUPARYADI, S.Pd
Moda:
Konsultasi Daring secara asinkron
Tujuan Pembelajaran Khusus:
CGP melakukan refleksi dan
metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lewati, dan apa yang
harus mereka pertimbangkan kemudian dalam menyusun program/kegiatan yang
berdampak pada murid
Pertanyaan Pemantik :
1.
Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam
perjalanan pembelajaran Anda di modul 3.3 ini?
- Tantangan apa yang saat ini masih saya hadapi untuk memahami apa
yang disampaikan dalam modul ini?
- Sumber-sumber dukungan apa saja yang saya miliki untuk membantu
saya menyusun program yang berdampak pada murid?
Selamat bertemu kembali Bapak/Ibu CGP. Saat ini
Bapak/Ibu telah memasuki tahapan pembelajaran yang ke-5, yaitu Refleksi
terbimbing. Dalam tahapan ini, Bapak Ibu akan diberikan kesempatan untuk
melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran Bapak/Ibu sejauh ini.
Sebagai tagihan, Bapak/Ibu akan diminta untuk
membuat catatan refleksi pembelajaran. Untuk membantu menulis refleksi
tersebut, Bapak/Ibu dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari
pengelolaan program yang berdampak pada murid?
2. Apa yang mengejutkan yang Anda temukan dalam proses
pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid?
3. Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah
memahami atau mempelajari materi ini?
4. Apa yang menantang bagi Anda untuk memahami apa
yang disampaikan dalam modul ini?
5. Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.
Top of Form
Tugas Modul 3.3.a.6 Refleksi Terbimbing –Pengelolaan
Program Berdampak Pada Murid
1. Apa
yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak
pada murid?
Hal yang menarik bagi saya
mengenai pengelolaan program yang berdampak pada murid adalah
Setelah saya memahami pendekatan
aset dalam memetakan sumberdaya yang dimiliki ternyata itu tidaklah cukup.
Sebab akhir sebuah kegiatan belum tentu sesuai, sesuai dengan rencana yang
diinginkan. Ada banyak hal dan kemungkinan yang bisa terjadi baik yang bisa
diprediksi sejak awal maupun yang tidak diperhitungkan, bahkan kejadian luar
biasa (poste majeur). Oleh karena itu pentinglah kiranya bahwa dalam
menyusun suatu program kegiatan dianalisis terlebih dahulu dampak dan resiko
yang mungkin terjadi hingga kemungkinan terburuk sekalipun. Program yang
berdampak langsung pada siswa tentu saja dalam hal merancang pembelajaran di
kelas. Dalam pelaksanaannya kita hendaknya memepertimbangkan hasil evaluasi
dari kegiatan sebelumnya dengan prinsif 4F yaitu:
·
Fact (Fakta): Catatan objektif tentang apa yang telah terjadi
·
Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi yang terjadi
·
Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari
situasi tersebut
·
Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa yang
akan dating
Selain itu setelah mempelajari
modul ini saya mendapat pengetahuan dan juga pemahaman baru tentang bagaimana menyusun
sebuah program yang berdampak pada murid, yang ternyata tidak mudah. Ketika
kita memiliki sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula
dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan
lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi. Saat
kita membuat program haruslah ada strategi dalam memilih bentuk program yang
efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-aspek dalam pengembangan program dan
agar tepat sasaran dan demi keefektifan maka saya menentukan prioritas masalah
dan kebutuhan di sekolah sesuai dengan lingkungan yang diinginkan
2. Apa yang mngejutkan yang Anda
temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak
pada murid?
Banyak hal-hal yang mengejutkan yang saya temukan dalam
proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid,
diantaranya:
Hal yang mengejutkan adalah jika
selama ini kita memperlakukan murid sebagai obyek dan subyek yang tdika mampu
bertindak sebagai pemimpin Ketika memberikan kesepatan sebagai pemimpin
ternyata mereka mampu menjadi pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, dan
untuk itu kita perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan
kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri sehingga potensi
kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Tugas guru hanya menyediakan
lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana siswa memiliki suara, pilihan, dan
kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana
mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan
mereka. Hal hal yang perlu di lakukan adalah :
a.
Dalam pembuatan program sekolah harus memperhatikan
suara(voice), pilihan (choice), dan kepemilikan (ownership)
b.
Bentuk-bentuk dan macam-macam program sekolah yang berdampak
pada murid
c.
Membuat perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid dan
menumbuhkembangkan kepemimpinan murid
d.
Pengelolaan Program dengan strategi MELR
3. Apa yang berubah yang akan
Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?
Setelah mempelajari dan memahami materi mengenai
pengelolaan program yang berdampak pada murid, saya akan melakukan
beberapa perubahan dalam membuat suatu program, yaitu:
Perubahan yang
diterapkan dalam sebuah ekosistem khususnya sekolah tentukan akan memunculkan
resiko. Kadang menimbulkan konflik benturan kepentingan dari berbagai pihak (Stake
Holder). Sehingga sekolah selalu meminimalisir
kemungkinan yang akan timbul dari perubahan tersebut. Pengelolaan dan pengidentifikasian
resiko sangat dibutuhkan untuk meredam kerugian
yang muncul dari penerapan suatu progam dan meminimalkan sedikit mungkin hal negative.
Sehingga saya ingin mengetahui konsep Monitoring Evaluasi dan 12 prinsip
dasarnya secara lebih jauh termasuk penerapannnya dalam program. Karena selama
ini pemahaman saya hanya sebatas pada :
-
Monitoring
adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek
atau program.
-
Evaluasi
adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau
program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar
yang independen.
-
Refleksi adalah
penilaian
ataupun umpan balik setelah melakukan atau mengikuti dan diakhir proses kegiatan
Ketiga aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan
berulang-ulang. Dalam melakukan monitoring dan evaluasi, Kertsy Hobson
menawaran dua belas prinsip dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman,
yaitu:
1.
Mengapa perlu melakukan monitoring dan evaluasi?
2. Menyetujui
prinsip-prinsip yang menjadi pedoman.
3. Menentukan
program atau proyek yang perlu dimonitor.
4. Menentukan
siapa saja yang terlibat dalam setiap tahapan monitoring dan evaluasi
5. Menentukan
topik kunci dan pertanyaan untuk melakukan investigasi
6. Mengklarifikasi
sasaran, tujuan, aktivitas, dan langkah-langkah untuk berubah.
7. Mengidentifikasi
informasi yang perlu diketahui.
8. Memutuskan
bagaimana informasi diperoleh.
9. Menilai
kontribusi/pengaruh yang diberikan.
10.Menganalisis
dan menggunakan informasi.
11.Menjelaskan
data.
12.Etika
dan proteksi data.
Sehingga perlu memperhatikan hal hal
sebagai berikut :
1.
Menganalisis asset apa yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan
program.
2.
Merencanakan program yang berdampak pada murid dengan tahapan
BAGJA.
3.
Menerapkan manajemen Risiko dan mengelola risiko menjadi sebuah
potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid
4.
Melakukan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan program
5.
Merelfleksi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan
4. Apa yang menantang bagi Anda
untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini ?
Saya menyusun program sederhana
yang melibatkan murid, kepala sekolah, wakasek, rekan rekan guru, dan warga
sekolah serta orang tua dan dalam
penyusunan dan pelaksanaan program yang berdampak pada murid saya menggunakan
pendekatan BAGJA dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Saya optimis bahwa
dengan pendekatan BAGJA akan memberikan solusi alternatif atas permasalahan
siswa di sekolah. Kita dapat mengidentifikasi dan menginventarisasi kekuatan
yang ada untuk dimaksimalkan dengan cara menyusun program yang diawali dari
perumusan tujuan berupa pertanyaan sekolah yang diimpikan hingga memetakan
potensi yang mungkin bisa dioptimalkan dengan bercermin pada evaluasi hasil
kegiatan sebelumnya sebagai gambaran penyusunan program terutama dalam
mengantisipasi segala kemungkinan resiko yang akan terjadi, sehingga kita siap
apabila rencana yang dijabarkan belum menemui hasil yang diharapkan dengan
menyiapkan rencana alternatif untuk melakukan eksekusi kegiatan.
Hal yang menantang bagi saya untuk
memahami tentang materi pada modul ini adalah :
a.
Beberapa penyataan di dalam modul materi sangat dalam dan bermakna
dan baik untuk di lakukan namun belum sepenuhnya dipraktekkan dalam keyataan
yaitu murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi
dari guru. Pada keseharian kita seringkali menemukan beberapa murid yang
masih belum menemukan atau memiliki potensi yang lebih bahkan bisa dikatak
seperti berlian yang belum terasah. Dan kecenderungan kita selaku guru memerimtahkan
dengan Instruksi lisan dan cenderung melupakan bahwa siswa perlu diberikan contoh.
Hal ini yang saya kira untuk siswa
di jenjang SMP perlu lebih diberikan karena selama ini kita selaku guru lupa
akan semboyan Tri Loka Ki Hajar Dewantara
b.
Kandungan Materi ini pun juga menantang bagi saya yaitu kemampuan
dan kecerdasan dapat dikembangkan) untuk menavigasi diri mereka menuju
kesejahteraan lahir batin (wellbeing). Hal inilah yang kemudian memungkinkan
mereka untuk bertindak dengan memiliki tujuan, yang membimbing mereka untuk
berkembang di masyarakat.
c.
Kepemimpinan Murid adalah murid dapat memilih arah dan cara
mencapai tujuan pembelajaran sendiri.Ini juga merupakan hal yang menantang bagi
saya untuk mewujudkan
5. Sumber-sumber
dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak
pada murid.
Dalam rangka mewujudkan lingkungan
belajar yang dapat menumbuhkan program yang berdampak pada murid, guru dan
sekolah tentunya tidak dapat bekerja sendiri. Mereka akan memerlukan dukungan
dari berbagai pihak, salah satunya dari komunitas
Adapun sumber dukungan yang
membantu saya dalam menyusun program yang berdampak pada Murid adalah :
a.
Sumber Daya bukan Manusia yang meliputi program sekolah, kurikulum
b. Sumber
Daya Manusia (SDM) yang meliputi kepala sekolah, guru, staf, tenaga pendidikan
lainnya, siswa, orang tua siswa (Komite), dan masyarakat yang memiliki
keperdulian kepada sekolah
c. Sumber
Daya Fisik (SDF) yang meliputi bangunan, ruangan, peralatan, alat peraga
pendidikan, waktu belajar, dan penampilan fisik sekolah
d. Sumber
Daya Keuangan (SDK) yang meliputi keseluruhan dana pengelolaan sekolah baik
yang diterima dari pemerintah berupa Dana BOS maupun mandiri dari masyarakat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar