Selasa, 22 Maret 2022

 Forum Komunikasi Fasilitator dan Peserta Modul 2.3

COACHING SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI GURU DAN SISWA

Di dalam dunia kerja, istilah coaching bukanlah hal baru. Tetapi pada dunia pendidikan istilah coaching masing sangat terdengar baru. Coaching adalah proses kolaborasi antara coach dengan coachee, dimana kedudukan keduanya adalah setara. Sebelum memasuki lebih jauh mengenai coaching, kita harus membedakan antara coaching, mentoring, dan konseling. Apa perbedaan coaching dengan mentoring dan konseling?

Banyak hal yang ingin saya ketahui tentang Coaching. Terutama bagaimana guru menerapkan perannya sebagai coach dalam pembelajaran baik kepada murid maupun rekan guru terutama dalam komunitas praktisi yang di bentuk. 

Semoga setelah mempelajari  modul ini dan mendapatkan pencerahan dari fasilitator  kami :  

  1. mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang pendidik yang menerapkan pendekatan coaching.
  2. mampu menerapkan praktik komunikasi yang menggunakan keterampilan coaching dalam komunitas sekolahnya.

Dan secara khusus kami mampu : 

  1. memahami konsep coaching secara umum, meliputi definisi, tujuan, dan jenis coaching serta perbedaannya dengan mentoring dan konseling
  2. memahami konsep coaching dalam dunia pendidikan sebagai keterampilan pendekatan pendampingan dan berkomunikasi dengan murid
  3. memahami hakikat komunikasi yang memberdayakan dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
    memahami langkah-langkah mendengar aktif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
  4. memahami langkah-langkah bertanya efektif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
  5. memahami langkah-langkah memberi umpan balik positif dan mampu menerapkannya dalam praktik coaching
  6. mengidentifikasi peran pendidik sebagai seorang coach di konteks sekolah
  7. memahami pendekatan coaching sebagai pendampingan sistem among (Tut Wuri Handayani)
  8. melakukan praktek coaching dengan menggunakan model TIRTA kepada sesama CGP, atau bersama salah seorang murid, dan atau satu rekan guru di sekolahnya 
  9. mengembangkan sikap terbuka, kritis, empati dan percaya diri dalam melakukan praktik coaching.

 

Terima kasih Bapak Fasilitator dan rekan CGP yang hebat... Semoga kita menjadi pembelajar sejati

Selamat Tergerak, Bergerak dan Menggerakan

Jumat, 11 Maret 2022

 https://lms21-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=320353

Tugas Refleksi Terbimbing Modul 2.2.a.6

 WIWIED SUPARYADI


Question #3

3

Response is required

Satu hal yang ingin saya terapkan dalam kelas yaitu pembelajaran dengan Pendekatan Sosial Emosional dengan Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi, hal itu akan saya lakukan untuk mengoptimalkan Kometansi saya selaku pendidik dan juga bisa menuntun murid memiliki ketrampilan sosial Emosional di samping pengetahuan akademik dari materi yang disampaikan

Saya ingin melakukan latihan berkesadaran penuh (mindfulness) untuk diri sendiri agar dapat menjalankan peran dan tanggung jawab saya dengan bahagia dan optimal misalnya dengan melakukan hal-hal yang sudah biasa dilakukan seperti mengajak murid untuk berdoa sebelum memulai pelajaran, melakukan berbagai kegiatan literasi, belajar di luar kelas dan mencintai lingkungan alam, berolah-seni maupun berolahraga, menjaga keindahan sekolah dan merawat tanaman, mebuat refleksi setelah pembelajaran dan lain sebagainya. Satu hal yang akan saya usahakan dengan konsistensi untuk menerapkannya adalah refleksi pembelajaran yang dibuat menjadi jurnal murid.


Pembelajaran Berdiferensiasi



 https://lms21-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=320353

Tugas Refleksi Terbimbing Modul 2.2.a.6

 WIWIED SUPARYADI

 Question #2

2

Response is required

1.   Hal yang penting yang saya pelajari yaitu pemahaman Konsep Kesadaran Penuh , Hubungan Kesadaran Penuh dengan 5 Kompetensi Sosial dan Emosional dan Penerapan di dalam Kelas

Pembelajaran sosial dan emosional harus diawali dengan kesadaran penuh bahwa  tidaklah cukup apabila murid hanya mengembangkan kemampuan akademiknya saja. Murid juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya yang berperan penting dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang. Seorang guru harus dapat membiasakan pembelajaran sosial dan emosional dalam lingkup kelas, sekolah dan komunitasnya di mana dia berada agar kemampuan aspek sosial dan emosional murid dapat terbentuk dengan optimal untuk keberhasilan murid di kehidupan yang sesungguhnya.

 


2.  Hal penting yang saya pelajari yaitu tentang kesadaran penuh (Minduless) memberikan pembelajaran kepada saya untuk lebih mengenal didi secara emosional, belajar bersyukur akan segala sesuatu, dan kesadaran ini perlu dilatih setiap hari dan belajar mengenali emosi yang ada pada diri kita seperti Pengenalan Roda emosi

Sebagai pendidik yang berinteraksi dengan murid dan orang dewasa di lingkungan sekolah guru perlu belajar memahami, mengelola, dan  menerapkan pembelajaran sosial dan emosional  dalam dirinya agar berpengaruh positif dalam perannya sebagai guru untuk mengeksplorasi  berbagai pengalaman yang dapat mengembangkan aspek sosial dan emosional murid dan serta dapat membagikan pengalaman  yang diperoleh sehingga ilmunya akan semakin kaya, bermakna dan bermanfaat bagi murid. Guru dalam tupoksinya sudah dibebani dengan banyak tugas dan tanggung jawab yang menuntut seorang guru harus dapat berkonsentrasi pada setiap tugasnya. Untuk menghadapi berbagai situasi yang kompleks ini, seorang pendidik membutuhkan kemampuan dasar untuk merawat dirinya (self care) agar dapat mengelola kehidupan profesional maupun personalnya sehingga dapat mengambil tindakan yang lebih responsif, bukan reaktif.

 


 

https://lms21-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=320353

Tugas Refleksi Terbimbing Modul 2.2.a.6

 WIWIED SUPARYADI

Question #1

1

Tugas Refleksi Terbimbing

Question #1

1

Response is required

1.  Pembelajaran Sosial Emosional memberikan pemahamanan konsep tentang 5 kompetensi yang sangant penting di mililiki oleh seseorangbaik itu sebagai pendidik maupun sebagai murid. Kita terus berusaha meningkatkan kompetensi kita dan kita aktualisasikan di sekolah secara Rutin, Terintegrasi dalam pembelajaran atau secara protocol. Sebuah kutipan dari  Aristoteles yang menyatakan “Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bukan pendidikan sama sekali (Educating the mind, without educating the heart, is not education at all). Kutipan ini membuka pikiran dan pemahaman saya tentang pentingnya pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam Pembelajaran Sosial dan Emosional.

2.  Saya tertarik dengan konsep kesadaran penuh(mindfulnees) dan Well Being dimana seorang pendidik harus memiliki sikap positif, mampu mengatur tingkah lakunya, mengelola lingkungannya dengan baik,memiliki tujuan hidup yang jelas dan bermakna, serta berusaha untuk mengeksploitasi dan mengembangkan dirinya. Pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) berdasarkan 5 kompetensi sosial-emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab untuk mengelola enam emosi dasar pada manusia. Enam emosi tersebut yaitu takut, jijik, marah, kaget, bahagia, dan sedih yang muncul akibat reaksi fisik, aktivitas pikiran dan pengaruh budaya.

 

3.  Saya tertarik dengan penerapan pembelajaran sosial emosional dalam study kasus tentang 5 kasus yang dihadapi pak Eling dan konsep pengenalan emosi dalam gambar roda emosi yang dikutip dari Robert Pluchicks

Latihan, cara-cara atau strategi menerapkan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional yang dapat diterapkan guru sesuai konteksnya di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah  teknik STOP merupakan akronim dari: Stop/ Berhenti, Take a deep Breath/ tarik nafas dalam, dan keluarkan, Observe/ Amati yang dirasakan pada tubuh, Proceed/ lanjutkan kembali aktivitas dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

 

 





  MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd CGP...