Jumat, 11 Maret 2022

 

https://lms21-gp.simpkb.id/mod/questionnaire/view.php?id=320353

Tugas Refleksi Terbimbing Modul 2.2.a.6

 WIWIED SUPARYADI

Question #1

1

Tugas Refleksi Terbimbing

Question #1

1

Response is required

1.  Pembelajaran Sosial Emosional memberikan pemahamanan konsep tentang 5 kompetensi yang sangant penting di mililiki oleh seseorangbaik itu sebagai pendidik maupun sebagai murid. Kita terus berusaha meningkatkan kompetensi kita dan kita aktualisasikan di sekolah secara Rutin, Terintegrasi dalam pembelajaran atau secara protocol. Sebuah kutipan dari  Aristoteles yang menyatakan “Mendidik pikiran tanpa mendidik hati adalah bukan pendidikan sama sekali (Educating the mind, without educating the heart, is not education at all). Kutipan ini membuka pikiran dan pemahaman saya tentang pentingnya pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam Pembelajaran Sosial dan Emosional.

2.  Saya tertarik dengan konsep kesadaran penuh(mindfulnees) dan Well Being dimana seorang pendidik harus memiliki sikap positif, mampu mengatur tingkah lakunya, mengelola lingkungannya dengan baik,memiliki tujuan hidup yang jelas dan bermakna, serta berusaha untuk mengeksploitasi dan mengembangkan dirinya. Pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) berdasarkan 5 kompetensi sosial-emosional yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab untuk mengelola enam emosi dasar pada manusia. Enam emosi tersebut yaitu takut, jijik, marah, kaget, bahagia, dan sedih yang muncul akibat reaksi fisik, aktivitas pikiran dan pengaruh budaya.

 

3.  Saya tertarik dengan penerapan pembelajaran sosial emosional dalam study kasus tentang 5 kasus yang dihadapi pak Eling dan konsep pengenalan emosi dalam gambar roda emosi yang dikutip dari Robert Pluchicks

Latihan, cara-cara atau strategi menerapkan pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness) dalam pembelajaran sosial dan emosional yang dapat diterapkan guru sesuai konteksnya di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah  teknik STOP merupakan akronim dari: Stop/ Berhenti, Take a deep Breath/ tarik nafas dalam, dan keluarkan, Observe/ Amati yang dirasakan pada tubuh, Proceed/ lanjutkan kembali aktivitas dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.

 

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd CGP...