Sabtu, 11 Juni 2022

 Demonstrasi Kontekstual

Pengampilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran



Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita seringkali dihadapkan dalam situasi di mana berda pada posisi dipersimpangan dan diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain? Beberapa hal mungkin menjadi pemikiran di dalam benak kita yaitu

-          Bagaimana pengalaman kita dalam menghadapi situasi seperti ini?

-          Pemikiran-pemikiran seperti apa yang melandasi pengambilan keputusan kita?

Kemudian, setelah mengambil keputusan tersebut, pernahkah kita menjadi ragu-ragu dan menanyakan diri kita sendiri apakah keputusan yang diambil telah tepat, ada perasaan tidak nyaman dalam diri kita, atau timbul pemikiran mengganjal dalam diri kita seperti, ‘

Apakah ini sesuai peraturan?’ atau ‘Bagaimana panutan saya akan berlaku dalam hal seperti ini?’

 

A. Perbedaan Bujukan Moral dan Dilema Etika

Dalam pengambilan keputusan ada dua hal yang terjadi yaitu bujukan moral dan dilema etika. Nah apakah perbedaan keduanya itu?

Bujukan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan. 

Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

 

B. Empat Paradigma dalam Pengambilan Keputusan

Dari pengalaman kita bekerja kita pada institusi pendidikan, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini.

1.       Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.       Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.       Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.       Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 

C. Tiga Prinsip dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut yaitu. 

1.       Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

2.       Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3.       Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

 

D. Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, Anda harus memastikan bahwa keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

Di bawah ini adalah 9 langkah yang telah disusun untuk memandu Anda dalam mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang membingungkan karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan.

1.       Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

2.       Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.       Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.       Pengujian benar atau salah. Ada uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.

5.       Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

6.       Melakukan Prinsip Resolusi.

7.       Investigasi Opsi Trilema.

8.       Buat Keputusan.

9.       Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan. 

Setelah memahami terkait dengan materi modul 3.1 di atas, berikut saya akan membagikan tugas demonstrasi kontekstual. Adapun panduan pertanyaannya sebagai berikut.

Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?

Sebagai seorang guru Saya merasakan kebutuhan begitu besar terhadap materi -- materi yang menjadi muatan kurikulum program guru penggerak ini. Artinya materi -- materi ini sangat sesuai dengan kebutuhan saya sebagai seorang pendidik dan sekaligus manajerial sumber daya manusia.

Dasar filosofi pendidikan yang merupakan buah pemikiran dari Ki Hajar Dewantara akan menguatkan saya dalam pondasi untuk menjadi guru yang baik bagi murid -- murid saya. 

Tentunya di dalam penerapan proses pembelajaran saya harus mampu menjadi Pamong bagi murid -- murid saya. Menjalankan 3 semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, & Tut Wuri Handayani. 

Saya juga harus melangkah focus pada tujuan utama yaitu melahirkan pelajar yang berkarakter Pancasila yang Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri, Kreatif, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global, & Berjiwa Gotong Royong. 

Tentunya filosofi ini akan saya tanamkan mulai dari diri sendiri. Setelah kelihatan hasilnya saya akan menularkan pengaruh positif kepada rekan -- rekan sejawat yang memiliki jiwa reflektif. Dan pada akhirnya semua akan mengerti dan paham tentang filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara.

Memahami nilai -- nilai dan peran penting kita baik kepada murid -- murid terlebih kepada seluruh rekan sejawat itu sangat penting diketahui. 

Karena jika kita sudah memahami itu semua, maka akan lahir semangat yang mendasar dan tak mudah untuk padam untuk tergerak, bergerak, dan menggerakkan komunitas belajar yang memerdekakan murid dalam belajar.

Memahami filosofi dan mengerti nilai dan peran sebagai guru penggerak, bekal selanjutnya harus memiliki kesadaran penuh untuk bergerak dan sekaligus mampu mengontrol sosial dan emosi, dan mampu membantu penyelesaian masalah baik itu dari murid ataupun dari rekan sejawat, sehingga semua pihak ikut bergerak bersama dengan senang hati. Dengan seperti itu, hal -- hal positif pasti akan terlahirkan sesuai dengan harapan bersama.

Setelah menjalani semua proses, dan aksi nyata. Sudah tentu pasti akan dihadapkan dengan masalah -- masalah. CGP tidak akan pernah diajarkan untuk lari dari masalah. 

Namun, mereka akan dibekali dengan keterampilan dalam menyelasaikan masalah. Untuk mampu menyelesaikan masalah, CGP harus memiliki kepiawaian dalam menentukan jenis masalah yang dihadapi. Apakah itu sebuah Dilema Etika atau Bujukan Moral. 

Langkah -- langkah dalam kebijakan mengambil sebuah keputusan akan menjadi bekal yang sangat berarti bagi CGP untuk melangkah menjadi guru yang tepat bagi murid -- muridnya.

Belajar dan berbagi itulah kata-kata yang selalu saya jadikan pegangan didalam setiap mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang saya ikuti. Artinya selain belajar untuk peningkatan kompetensi diri sendiri, saya juga melakukan sesi sharing atau berbagi apa yang sudah saya dapatkan baik kepada rekan-rekan guru di sekolah dan juga rekan-rekan guru di seluruh nusantara. Karena bagi saya dengan berbagi maka ilmu yang akan kita miliki akan semakin berkembang dan bertambah. Selain itu, kita juga dapat menginspirasi rekan-rekan yang lain untuk ikut melakukan apa yang telah kita lakukan. 

1.       Adapun cara yang akan saya lakukan dalam mentransfer dan membagikan pengetahuan yang saya dapatkan dalam program guru penggerak ini yaitu: 

2.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak yang telah didapatkan melalui komunitas praktisi seperti MGMP Matematika di sekolah atau dalam lingkup yang lebih luas seperti sosialisasi lintas jurusan dalam satu sekolahan. 

3.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak melalui tulisan-tulisan di google site yang sudah saya buat. 

4.       Mensosialisasikan materi-materi program guru penggerak melalui sosial media baik berupa tulisan blog pribadi maupun video yang diupload ke channel youtube, IG, facebook dll.

5.       Membentuk Komunitas Praktisi Baik Guru maupun siswa sebagai sarana memberikan informasi dan materi tentang Guru Penggerak dan Kurikulum Merdeka Belajar

Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran di sekolah dalam rangka mewujudkan merdeka belajar dengan pembelajaran yang berpihak kepada murid, tentunya suatu waktu kita akan dihadapkan pada situasi dilema untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik dan menguntungkan semua pihak meskipun terkadang belum semuanya merasa puas namun sudah dianggap sebagai WIN WIN SOLUSION (PENYELESAIAN TERBAIK)

Adapun langkah-langkah  yang akan saya lakukan yaitu: 

1.       Memastikan bahwa dalam mengambil sebuah keputusan sudah sesuai dan sejalan dengan visi dan misi yang telah kita susun dan sepakati bersama. 

2.       Melakukan analisa terhadap situasi atau kasus yang saya hadapi disesuaikan dengan paradigma pengambilan keputusan. 

3.       Memilih salah satu atau mungkin ketiganya dari tiga prinsip pengambilan keputusan yang ada. 

4.       Melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.  

 

Untuk itu saya :

Pertama saya harus melatih mengembangkan keterampilan diri dalam memahami setiap masalah yang saya hadapi. Apakah itu sebuah dilemma etika atau bujukan moral. Supaya saya tepat sasaran dalam menentukan sebuah keputusan.

 

Kedua saya harus menambah pengetahuan melalui pelatihan pelatihan baik ofline maupun online serta berbagi pengalaman dan pengetahun ini dengan rekan -- rekan sejawat, yang sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan tentunya.

 

Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.

Sejak awal modul ini disampaikan, dan mengikuti pengantarnya saya sudah sangat terpesona dengan metode dalam mengenal sebuah masalah dan langkah untuk mengambil keputusan. Sejak saat itu saya terus mendalaminya dan langsung mempraktikkan dalam setiap masalah -- masalah yang saya hadapi baik di lingkungan sekolah, maupun dalam kehidupan sehari -- hari. Langkah-langkah pengambilan keputusan ini akan saya terapkan ketika saya dihadapkan pada situasi dilema etika yang memerlukan pengambilan keputusan terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak. Jika hari ini mengalami dilema etika maka hari ini admin akan menerapkan langkah-langkah tersebut, jika besok mengalami dilema etika maka besok akan diterapkan langkah-langkah tersebut, dan seterusnya

Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.

Dalam mengambil sebuah keputusan tidak hanya kita lakukan sendiri saja tentu perlu masukan-masukan dari rekan yang bisa kita ajak berdiskusi dan berbagi sehingga kita mengetahui apakah keputusan yang telah kita ambil ini sudah tepat dan efektif atau belum

Dalam hal ini saya akan melibatkan beberapa pihak untuk berdiskusi

a.       Kepala Sekolah Bp. Sony Sarwo Prabowo, s.Pd

Peran Kepala Sekolah dalam hal ini lebih kepada izin prinsip pada setiap program dan agenda CGP. Karena sejatinya semua tanggungjawab ada pada pimpinan Satuan Pendidikan.

b.      Sesama CGP

Kebetulan dalam satu Satuan Pendidikan saya tidak sendirian dalam mengikuti program guru penggerak ini. Sehingga lebih memudahkan untuk bergerak bersama dalam setiap program.

c.       Stake Holder atau Warga Sekolah

Selain itu Dalam mengambil sebuah keputusan tidak hanya kita lakukan sendiri saja tentu perlu masukan-masukan dari rekan-rekan sejawat di sekolah, orang tua siswa, siswa, komite sekolah, pengawas sekolah atau bisa juga keluarga.

d.      Fasilitator Ibu Sukaesih, S.Pd

Fasilitator adalah orang pertama yang memberikan pengaruh aktif dalam mentransfer pengetahuan tentang semua teori dan aplikasi pengetahuan dalam setiap modul di program ini.

e.       Pengajar Praktik Moch Alex Farhan, S.Pd, M.Si

Pengajar praktik tidak kalah penting dengan fasilitator. Meskipun pendampingan hanya beberapa kali dan saat pertemuan lokakarya, namun jarak yang tidak begitu jauh dari segi geografis akan lebih memudahkan dalam pendampingan dan pembinaan setiap pengetahuan dan keterampilan.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  MODUL 3.3.a.10.1 AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Nama CGP                :   WIWIED SUPARYADI, S.Pd CGP...